3 Nilai Menyatu dalam Ibadah Kurban

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Jumat, 24 Agustus 2018 / ١٢ ذو الحجة ١٤٣٩
Penyaluran daging kurban oleh NU Care-LAZISNU kepada masyarakat sekitar kawasan PBNU, Jakarta Pusat. Foto: Wahyu Noerhadi.

Bekasi, NU Care

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi, Jawa Barat melaksanakan penyembelihan hewan kurban di halaman kantor setempat, Jalan Veteran 22, Margajaya, Bekasi Selatan, Kamis (23/08).

Ketua PCNU Kota Bekasi KH Zamakhsyari Abdul Majid mengatakan bahwa dalam kurban terdapat tiga hal yang menyatu. Yaitu nilai spiritual, sosial, dan kesehatan. 

"Nilai spiritual itu berarti ikhlas berkurban, menggemakan takbir, menyuarakan dzikir dan berdoa kepada Allah," katanya. 

Selain itu, ada juga nilai sosial. Bahwa berkurban itu, menurut Kiai Zamakhsyari, dibuktikan dengan memberikan daging kepada masyarakat luas sesuai dengan porsi yang telah ditentukan. 

"Di situlah ada nilai-nilai kebersamaan. Nah, kebersamaan kita tidak akan seperti ini jika tidak ada hari raya kurban. Nilai sosial sangat tinggi kita rasakan," tutur Kiai Zamakhsyari. 

Dari hari raya Idul Adha ini, seluruh umat Islam di dunia memiliki semangat dan kepedulian antarsesama. Yakni, tidak hanya memotong hewan kurban, tapi juga mengingat kepada saudara yang membutuhkan. 

Terakhir, lanjut Kiai Zamakhsyari, di dalam kurban terdapat nilai kesehatan. Bahwa hewan kurban yang disembelih, tentu memiliki daging yang bergizi tinggi. 

"Ada protein yang menyehatkan, ada keberkahan, dan kesehatan di dalamnya. Semua itu kita peroleh karena penuh dengan keikhlasan," pungkasnya. [Aru Elgete]

Janganlah kamu berkarung-karung (kamu kumpulkan harta dalam karung lalu kamu kikir untuk menginfakkannya) sebab Allah akan menyempitkan rizki bagimu dan berinfaklah dengan ringan sebatas kemampuanmu.

(HR. Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp