UPZISNU Ranting Mrisi Tetapkan Enam Program Unggulan

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Minggu, 14 April 2019 / ٨ شعبان ١٤٤٠
Bantuan Operasional Musala, satu dari sekian program unggulan UPZISNU Ranting Mrisi.

Jakarta, NU Care

Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Ranting Mrisi merupakan salah satu UPZISNU yang berada di bawah UPZISNU Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

UPZISNU Mrisi aktif sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Meski berkedudukan di tingkat desa, UPZISNU Mrisi tidak ketinggalan untuk memperkuat kiprahnya melalui beragam program.

Ketua UPZISNU Mrisi, Ahmad Taufiq Ma'sum, mengatakan memasuki tahun 2019 ini, program kerja UPZISNU Ranting Mrisi dibagi menjadi dua, yakni program kerja jangka pendek dan jangka panjang. Program kerja jangka pendek adalah program-program yang akan dilaksanakan selama atau berada di tahun 2019. Sementara program kerja jangka panjang adalah program-program yang ingin dicapai pada tahun-tahun berikutnya.

"Ada enam program tahun 2019 yang meliputi pembuatan papan nama NU dan Banom, program peningkatan kapasitas (capacity building), santunan atau bantuan kematian, bantuan operasional mushola, santunan duafa, dan bantuan kebencanaan," kata Taufiq Ma'sum, seperti diberitakan NU Online.

Ia merinci, program pertama yaitu pembuatan papan nama NU dan badan otonom, di mana UPZISNU Mrisi mendukung dari segi pembiayaan. Papan nama NU dan badan otonom menjadi media bahwa di Mrisi, jamiah NU beserta badan otonomnya hadir.

Program kedua, peningkatan kapasitas diadakan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kapasitas tenaga maupun pengurus dalam pengelolaan UPZISNU.

"Bentuknya melalui training, pelatihan, kursus, workshop, konsultasi, atau koordinasi," ujarnya.

Program ketiga adalah pemberian santunan kematian. UPZISNU Mrisi memberikan dana bantuan kepada keluarga yang anggotanya meninggal dunia. Penerima batuan santunan kematian disyaratkan beragama Islam, bukan meninggal disebabkan oleh bunuh diri atau maksiat. Bantuan juga diberikan kepada seluruh warga tanpa ada perbedaan status sosial maupun golongan.

"Waktu pemberian maksimal tujuh hari setelah kematian dengan jumlah santunan 300 ribu. Pemberian bantuan biasanya pada saat Tahlilan," imbuhnya.

Keempat adalah bantuan operasional musala. Bantuan ini untuk mendukung musala baik dari sisi fisik maupun kegiatan untuk memakmurkan musala. Bantuan untuk operasional muhala dimasifkan terutama menjelang bulan Ramadan di mana besarnya bantuan untuk setiap musala mencapai 500 ribu rupiah.

Berikutnya santunan duafa. Program ini dilakukan pada bulan Muharam peringatan tahun baru Hijriah, atau jika ada tidak mampu bekerja, tidak memiliki harta atau penghasilan, dan lemah ekonomi, pikiran maupun kesehatan.

Sementara program keenam yaitu bantuan kebencanaaan. Besarnya bantuan antara 500 ribu hingga satu juta rupiah. Bisa juga jika bencana nasional digalang dengan musyawarah pengurus, atau jika ada instruksi dari Pusat, Wilayah maupun Cabang.

Adanya enam program unggulan tersebut merupakan hasil evaluasi dan rapat kerja UPZISNU Mrisi bulan Maret lalu. Kala itu, Rapat Kerja melibatkan unsur pemerintah desa, BPD, LPMD, RW, RT, tokoh masyarakat serta internal NU dan Banomnya. 

Adapun sumber dana untuk membiaya program-program tersebut adalah pemanfaatan kotak infak (Koin) NU. Saat ini, kata Ma'sum terdapat 1.192 kotak Koin NU disebarkan kepada masyarakat. [Kendi Setiawan]

Tidaklah sedekah mengurangi harta.

(HR. Muslim)

chat dengan kami via whatsapp