Perkuat Kelembagaan dan Manajemen, NU Care-LAZISNU Klaten Gelar Madrasah Amil

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Kamis, 2 Mei 2019 / ٢٦ شعبان ١٤٤٠
Pemaparan materi Madrasah Amil oleh instruktur dari PP NU Care-LAZISNU, Rabu (1/05/2019).

Klaten, NU Care

Pelatihan dan Kaderisasi Amil melalui kegiatan Madrasah Amil yang digelar oleh NU Care-LAZISNU Klaten selama dua hari purna dilaksanakan, pada Rabu (1/05) di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Klaten.

"Selamat. Semoga apa yang sudah didapatkan di Madrasah Amil bisa ditularkan di tempatnya masing-masing, di MWC NU hingga ke ranting-ranting," ucap Ketua Tanfidziyah PCNU Klaten, Mujiburrahman, usai membaiat 76 peserta Madrasah Amil dari UPZIS MWC dan Ranting NU di Klaten.

Pembaitan peserta Madrasah Amil NU Care-LAZISNU Klaten.

Ketua NU Care-LAZISNU Klaten, Cahyanto, mengungkapkan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya penguatan kelembagaan dan manajemen NU Care-LAZISNU di Klaten.

"Alhamdulillah, penghimpunan ZIS di Klaten tiap tahunnya mengalami kenaikan. Kotak Infak (Koin) pun sudah tersebar sekitar 21.500 ke 26 MWC dan hampir 400 Ranting NU di Klaten. Cuma memang belum semua UPZIS MWC dan Ranting menyerahkan laporan ke PC LAZISNU Klaten. Maka dari itu, mudah-mudahan dengan adanya Madrasah Amil ini, kelembagaan dan manajemen semakin baik dan profesional," jelas Toto, biasa disapa.

Terkait pertumbuhan ZIS yang dihimpun NU Care-LAZISNU Klaten, Toto merinci; penghimpunan tahun 2015 Rp.161.937.000; tahun 2016 Rp.510.182.000; tahun 2017 Rp.706.828.000; dan tahun 2018 Rp.1.535.770.000.

Ketua NU Care-LAZISNU Klaten, Cahyanto, menyampaikan maksud dilaksanakannya kegiatan Madrasah Amil di Klaten.

Toto juga mengatakan, para pengurus MWC dan Ranting NU antusias untuk mengikuti Madrasah Amil.

"Bahkan beberapa MWCNU atau Ranting ada yang mengirimkan peserta sampai 5 orang. Mereka antusias untuk mengikuti Madrasah Amil. Terima kasih kami ucapkan kepada para instruktur Madrasah Amil dari NU Care-LAZISNU Pusat yang bersedia hadir," ungkapnya pada pembukaan acara, Selasa (30/04).

Sementara itu, salah satu instruktur Madrasah Amil yang juga Manajer Administrasi PP NU Care-LAZISNU, Nur Hasan, mengatakan pentingnya pelaksanaan Madrasah Amil.

"Berawal tahun 2017, Madrasah Amil diluncurkan, di Bogor. Kemudian beberapa daerah seperti Banyuwangi, Cilacap, Pringsewu, hingga Sorong Papua Barat ingin mengadakan Madrasah Amil. Untuk memahami soal pelaporan, administrasi secara umum, pengelolaan dana, fundraising,  strategi komunikasi via media digital, pentasarufan, dokumentasi, publikasi, dan seterusnya. Itu semua demi akuntabilitas, transparansi, dan  profesionalisme dalam mengelola dana umat," ucap Hasan.

Sambutan perwakilan dari PP NU Care-LAZISNU, Nur Hasan, yang juga instruktur Madrasah Amil.

Hasan menegaskan, semua ikhtiar atau program yang digagas oleh NU Care-LAZISNU semata-mata untuk kemaslahatan umat.

"Semua program NU Care-LAZISNU juga harus disinergikan dengan Lembaga dan Banom NU. Semua program mesti beririsan. Semua untuk kemaslahatan umat dan juga untuk membesarkan NU," imbuhnya. [Wahyu Noerhadi]

Apabila matinya seorang anak adam itu, maka akan terputuslah amalnya kecuali 3 perkara; sedekah, jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan dengannya (oleh orang lain), atau anak sholeh yang mendo'akannya.

(HR.Muslim)

chat dengan kami via whatsapp