NU Care Jombang dan Lumajang Diskusi Pengelolaan Koin NU

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Selasa, 8 Januari 2019 / ١ جمادى الأولى ١٤٤٠
NU Care-LAZISNU Jombang menerima kunjungan dari NU Care-LAZISNU Lumajang, di Aula Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, Ahad (6/01).

Jombang, NU Care

Pengurus Cabang NU Care-LAZISNU Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berdiskusi terkait pengelolaan Koin (Kotak Infak) NU yang dikembangkan PC NU Care-LAZISNU Jombang, Ahad (6/1) di Aula Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. Diskusi berlangsung di sela-sela kunjungan PCNU Lumajang ke PCNU Jombang.

Ketua PC NU Care-LAZISNU Jombang Ahmad Zainudin mengungkapkan, Koin NU yang dikelola NU Care-LAZISNU sudah berjalan kurang lebih dua tahun. Manfaat dari Koin NU juga sudah banyak dirasakan warga baik di tingkat kecamatan, juga desa-desa di Jombang.

"Ratusan hingga ribuan kaleng sudah tersebar di semua daerah di Jombang ini," ucapnya.

Ia mengatakan, memang awal-awal tidak mudah mengelola kaleng Koin hingga bisa tersebar di berbagai titik di Jombang. Diakuinya, yang menjadi kunci adalah kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan kaleng Koin tersebut benar-benar bermanfaat untuk masyarakat di mana kaleng tersebar.

"Kepercayaan itu yang harus betul-betul dijaga. Bahwa masyarakat bisa merasakan manfaatnya langsung dengan keberadaan kaleng Koin tersebut," jelasnya.

Pria yang kerap disapa Gok Din ini lebih jauh memaparkan, dirinya memanfaatkan majelis-majelis untuk membangun kepercayaan masyarakat. Melalui majelis tersebut, paparnya, tak jarang pengelola kaleng Koin mengumumkan perolehan dan nilai manfaat atau pentasarufan dana kaleng Koin kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Misal kita mengumumkan perolehan dan manfaat kaleng Koin saat Lailatul Ijtima' yang diselenggarakan oleh MWCNU atau Ranting NU," ucapnya.

Ia mengaku, pergerakan kaleng Koin kian masif baik di tingkat kecamatan maupun di ranting-ranting atau tingkat desa. Selama ini, kata dia, ada banyak kebutuhan masyarakat bisa terbantu melalui perolehan kaleng, seperti santunan warga yang sakit, melahirkan hingga meninggal dunia.

Yang tak kalah penting, manfaat dari pengelolaan dana Koin tersebut adalah bisa membangun kemandirian dalam menjalankan organisasi. Kegiatan-kegiatan MWCNU, ranting dan lembaga juga badan otonom (Banom) NU bisa terselenggara sebab sebagian dana perolehan kaleng Koin.

"Jadi sudah tidak bingung-bingung lagi pengurus NU saat mau menjalankan kegiatan-kegiatannya," ujar dia. [Syamsul Arifin]

Sabda Nabi SAW, (jika) hamba Allah berkata, “Yang mana hartaku, yang mana hartaku, sesungguhnya baginya tiga macam harta; apa yang dia makan lalu lenyap, apa yang dia pakai lalu lusuh, dan apa yang dia infakkan akan tetap tersimpan. Selain itu, akan lenyap dan meninggalkan manusia.”

(HR.Muslim)

chat dengan kami via whatsapp