NU Care Jatim Ajak Anak Yatim Bawa Pesan Damai untuk Negeri

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Minggu, 21 April 2019 / ١٥ شعبان ١٤٤٠
Puluhan anak yatim membentangkan poster-poster perdamaian di halaman Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar, Surabaya, Sabtu (20/4/2019). Foto: Rofi'i Boenawi.

Menyambut Nisfu Syakban, NU Care-LAZISNU Jawa Timur menggelar Ruwahan Akbar Malam Nishfu Sya’ban dengan menggandeng anak-anak yatim. Acara digelar di halaman Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar, Surabaya, pada Sabtu (20/04) sore.

Ketua Pengurus Wilayah NU Care-LAZISNU, A Afif Amrullah, menjelaskan 99 anak yatim itu berasal dari sejumlah panti asuhan di Surabaya dan Sidoarjo. NU Care-LAZISNU Jatim, ungkap Afif, mengajak mereka mengampanyekan pesan-pesan perdamaian kepada seluruh elemen bangsa, sebagai momentum menyambut malam Nisfu Syakban 1440 Hijriah.

“Sebagai momentum bermaaf-maafan menjelang dibukanya catatan amal yang baru setahun ke depan,” kata Afif.

Afif juga mengatakan pesan-pesan perdamaian di poster yang dibawa anak-anak yatim itu terutama ditujukan kepada para elite politik dan pendukung Paslon presiden-wakil presiden.

“Sudah saatnya para elite atau siapa pun pendukung pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pemilu 2019 bersatu kembali untuk membangun Indonesia,” ucap Afif.

Tampak sejumlah anak yatim membawa poster dengan tulisan: “Jangan Ada Lagi Kampret dan Cebong. Semuanya, Ayo Baikan, Dong!”

Poster perdamaian untuk seluruh elemen bangsa, sebagai momentum menyambut malam Nisfu Syakban 1440 Hijriah. Foto: Kompas.com

Poster lain bernada sama. Bunyinya: “Sing Menang Rasah Jumawa, Sing Kalah Kudu Legawa.” Poster lainnya mengajak masyarakat agar melupakan perselisihan pilihan politik saat pemungutan suara beberapa hari lalu, apalagi menjelang Ramadan. “Ayo Move on dari Coblosan, Saatnya Persiapan Sambut Ramadan.”

Selain itu, anak yatim juga membawa poster ajakan untuk berzakat, yang bertuliskan “Ayo Tuntaskan Zakat sebelum Wafat” dan poster “Ramadhan Berbagi Satukan Negeri”.

Anak-anak yatim itu juga membagikan 1.440 kue apem kepada para pengendara dan warga yang melintas di jalan depan Gedung PWNU Jatim. Mereka juga beraksi dengan berjalan kaki memutari Masjid Al-Akbar Surabaya.

NU Care-LAZISNU Jatim menggandeng anak-anak yatim piatu untuk membagikan sebanyak 1.440 kue apem kepada warga sekitar. Foto: Antara Jatim.

Menurut Afif, kue apem sengaja dibagikan sebagai simbol saling memaafkan. Apem, imbuh Afif, biasa dihidangkan masyarakat Jatim saat menyambut malam Nisfu Syaban.

 

“Nama apem sendiri, sesuai petunjuk Kiai sepuh di NU, berasal dari kata afwan yang artinya permaafan. Biasanya, menjelang Nisfu Syakban seperti ini, apem-apem ini dibuat untuk dibagikan kepada tetangga maupun keluarga sebagai bentuk saling memaafkan,” pungkas Afif. [Rofi'i Boenawi]

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”

(QS. Al Baqarah : 270)

chat dengan kami via whatsapp