NU Care Banyuwangi Santuni Bocah Penderita Tumor

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Jumat, 1 Februari 2019 / ٢٥ جمادى الأولى ١٤٤٠
Pengurus NU Care-LAZISNU Banyuwangi sambangi dan serahkan santunan pada keluarga Ainurrohman, Senin (28/01/2019).

Banyuwangi, NU Care

Muhammad Ainurrohman, seorang siswa kelas IV MI Miftahul Ulum Muncar, Banyuwangi tengah berjuang melawan tumor. Derita yang dialami Ainurrohman ini berawal ketika dirinya berumur 2 tahun.

Rusmiyati, ibu kandung Ainurrohman menuturkan, awalnya ada benjolan kecil di hidung Ainurrohman. Lambat laun benjolan itu membesar. Bahkan, saat ini hampir menutupi wajahnya. Tragisnya lagi, dengan konsekuensi penyakit yang amat berat, si bocah hanya satu kali menjalani pengobatan satu kali.

"Kondisi memang seperti ini, Mas. Mau bagaimana lagi? Penghasilan saya hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ujar Rusmiyati, seperti diberitakan di Banyuwangi.nu.or.id.

Rumah kecil yang mereka tempati, juga masih milik orang lain. Rusmiyati mengaku, saat ini bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Sang suami telah meninggal dunia sejak Ainnurohman berumur empat tahun.

Penghasilannya sebagai buruh pemberi makan ikan harus pintar-pintar ia gunakan untuk membiayai kehidupannya sehari-hari dan pendidikan dua anaknya.

"Kadang cukup, tapi lebih sering kurangnya, Mas,” kisahnya dengan nada yang sangat lemah.

Rusmiyati mengaku, sebenarnya Ainurrohman pernah menjalani operasi satu kali. Setelah itu benjolan mengecil meski masih terdapat bekas hitam yang lebar. Namun, lagi-lagi karena kekurangan biaya untuk perawatan lanjutan, benjolan itu semakin membesar, bahkan melebihi kondisi sebelum operasi.

Guru mengaji Ainuurohman, Ustadz Sofyan Andi PR menambahkan bahwa dengan kehidupan yang teramat berat, kondisi rumah yang ala kadarnya, Ainurrohman adalah anak yang periang.

Bukan hanya itu, bocah yang harusnya menikmati masa kecilnya dengan banyak bermain dengan teman-temannya kerap merasa kesakitan jika ada yang secara tidak sengaja menyenggol wajahnya. Namun, sering kali kejadian seperti itu ia diamkan meski sakit tak tertahankan.

"Ainurrohman itu bocahnya ceria, meski merasa kesakitan kadang dia terlihat berusaha keras menahan, takut merepotkan orang-orang di sekitarnya,” ungkap pria yang juga Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Kalimati Muncar ini.

Saat ini, kondisi penyakit Ainurrohman semakin mengkhawatirkan. Jika tidak cepat ditangani tentu bisa berdampak buruk. Bukan hanya tumor yang selama ini diderita, mungkin bisa merambat ke organ tubuh yang lainnya. Pasalnya, benjolan-benjolan itu sudah hampir menutupi wajahnya.

Atas keadaan tersebut, NU Care-LAZISNU Banyuwangi menyambangi kediaman Ainurrohman Senin (28/01) sore untuk mengetahui segala kebutuhan Ainurrohman.

Pada kesempatan itu, NU Care-LAZISNU Banyuwangi juga memberikan bantuan kepada keluarga Ainurrohman.

Dewan Syariah NU Care-LAZISNU Banyuwangi KH Muhammad Yamien mengatakan, pihaknya berharap bisa memberikan bantuan lanjutan hingga Ainurrohman sembuh. 

“Tentu dengan bantuan berbagai pihak. Kami mengajak yang membaca berita ini untuk bersama LAZISNU Banyuwangi turut meringankan beban Ainurrohman,” terang pria yang juga Ketua MUI Banyuwangi ini.

Bantuan dapat langsung disalurkan dengan datang langsung ke Kantor NU Care-LAZISNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani No. 59 Banyuwangi. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi Ketua PC NU Care-LAZISNU Banyuwangi, Irfan Afandi di nomor 085230235930. [Red: Kendi Setiawan]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dengan menyakiti perasaan si penerima.” 

(QS. Al Baqarah : 264)

chat dengan kami via whatsapp