Madrasah Amil Pringsewu Pertegas Beda Amil dan Panitia Zakat

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Minggu, 7 April 2019 / ١ شعبان ١٤٤٠
Pembukaan Madrasah Amil NU Care-LAZISNU Pringsewu, Lampung, Sabtu (6/04/2019).

Pringsewu, NU Care

Setiap pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan oleh warga dan lembaga-banom NU, harus melalui NU Care-LAZISNU. Hal itu diatur oleh Undang-undang Zakat, bahwa pengelolaan dana ZIS harus dilakukan oleh lembaga yang telah berizin.

"Jadi seseorang atau lembaga (di NU) yang mengadakan penggalangan dana, itu atas sepengetahuan LAZISNU. Kemudian pelaporannya diberikan kepada LAZISNU," kata Nur Hasan, Manajer Administrasi NU Care-LAZISNU dalam kegiatan Madrasah Amil di Gedung PCNU Pringsewu, Lampung, Sabtu (6/04).

Hasan menyebutkan, selama ini kesadaran warga NU soal perzakatan, termasuk pengetahuan lembaga apa yang boleh melakukan penggalangan, belum terbangun. Oleh karenanya Madrasah Amil memperkuat peran amil zakat LAZISNU.

Namun demikian, aplikasi di lapangan, lembaga atau banom NU bisa saja melakukan penggalangan setelah tercatat sebagai Jaringan Pengelola Zakat Infak Sedekah (JPZIS).

Menurut Hasan, sebagai lembaga zakat yang resmi, NU Care-LAZISNU diaudit secara internal oleh Kemenag dan oleh PBNU.

Audit tersebut dilakukan untuk mewujudkan akuntabilitas, transparansi serta profesionalisme yang selalu dikedepankan NU Care-LAZISNU.

Pernyataan senada disampaikan Ketua PCNU Pringsewu, Taufiq Qurrahim, saat membuka Madrasah Amil yang baru pertama kali diadakan di Pulau Sumatra itu.

Taufiq mengatakan, tidak lama lagi umat Islam memasuki bulan Ramadan, di mana di akhir Ramadan tidak lepas dari kegiatan zakat fitrah. Umumnya, selama ini masyarakat menunaikan zakatnya kepada panitia zakat bukan amil zakat. Padahal, kata dia, sangat jauh perbedaan antara panitia zakat dan amil zakat.

"Melalui Madrasah Amil ini, kita dapat mengetahui masalah perzakatan dan peramilan. Di bulan suci Ramadan, umat Islam menyampaikan zakatnya, mereka membutuhkan amil bukan sekadar panitia penerima zakat," tegasnya.

Karena itu, amil punya hak mengumpulkan zakat dan infak tidak hanya di bulan Ramadan.

"Siapa pun yang akan infak, zakat, itu bisa diterima oleh amil bukan panitia zakat," imbuhnya.

Taufiq mendukung penyelenggaraan Madrasah Amil yang diselenggarakan NU Care-LAZISNU Pringsewu, yang menghadirkan pembicara dari NU Care-LAZISNU pusat.

Ia berharap, setelah pelaksanaan Madrasah Amil, para kader dapat memperkuat pengelolaan ZIS di Pringsewu. Disebutkan potensi ZIS Pringsewu sangat besar, namun kesadaran tentang berzakat sangat sedikit.

Madrasah Amil NU Care-LAZISNU Pringsewu diikuti 109 peserta. Mereka adalah pengurus NU Care-LAZISNU di tingkat Kabupaten Pringsewu dan pengelola zakat dari MWCNU-MWCNU di Kabupaten Pringsewu. [Kendi Setiawan]

Sedekah menutup 70 pintu keburukan.

(HR. Thabrani)

chat dengan kami via whatsapp