Fasilitasi Milenial Berhijrah, LAZISNU Rembang Gelar Penghapusan Tato Gratis

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Rabu, 17 Juli 2019 / ١٤ ذو القعدة ١٤٤٠
NU Care-LAZISNU Kabupaten Rembang membuka program baru, yaitu pendirian klinik penghapusan tato gratis.

Rembang, NU Care

Setelah sukses dengan program Kotak Infak (Koin) NU dan menyantuni ribuan anak yatim piatu se-Kabupaten Rembang Jawa Tengah di berbagai momen, kali ini Pengurus Cabang NU Care-LAZISNU Kabupaten Rembang kembali membuka program baru untuk umat, yaitu pendirian klinik kesehatan untuk penghapusan tato di tubuh manusia.

Klinik tersebut bertempat di sebelah kantor NU Care-LAZISNU Rembang, yang berada di sebelah barat Masjid Al-Burhan, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Klinik tersebut sudah mulai beroprasi sejak tanggal 9 Juli 2019 kemarin.  

Sejak dibuka pengumuman pendaftaran penghapusan tato gratis melalui media sosial pada bulan Mei lalu, akun medsos NU Care-LAZISNU Rembang mulai ramai pendaftar. Pada tahap pertama, dibuka pelayanan bagi 212 peserta dari dalam maupun luar Kabupaten Rembang seperti Pati dan Blora, bahkan ada pula pendaftar dari Kalimantan.

Pengelola klinik penghapusan tato, Naf'an Fuadi, mengatakan untuk sementara pendaftaran sudah ditutup.

"Pendaftaran akan dibuka kembali setelah seluruh peserta gelombang pertama sudah menjalani penghapusan tato," ujar Naf'an.

Naf'an mengungkapkan, kliniknya baru memiliki satu alat laser penghapusan tato, yang dioperasikan oleh dua tenaga terlatih. Klinik dibuka setiap hari, kecuali hari Ahad.

"Seluruh peserta yang berniat menghapus tato tidak dipungut biaya," ungkapnya.

NU Care-LAZISNU Rembang, kata Naf'an, masih berharap ada darmawan yang mau menyumbangkan satu peralatan penghapusan tato untuk menyukseskan program tersebut.

"Dalam sehari kita usahakan untuk menghapus tato 12 orang," katanya.

Dijelaskan, sebelum petugas medis mulai melakukan penghapusan, peserta harus berwudu terlebih dahulu sebagai syarat. Selain itu, selama proses penembakan laser berlangsung, peserta juga harus membaca istighfar hingga rampung. Hal tersebut untuk mempertebal niat dan keinginan yang bersangkutan membersihkan diri.

Menurut Naf'an, yang menjadi motivasi peluncuran program penghapusan tato adalah mengamalkan serta mengimplementasikan hukum bersuci (thaharah).

"Rata-rata peserta yang mendaftarkan diri adalah mereka yang ingin berhijrah. Karena, selain niat, untuk penghapusan tato dengan menggunakan peralatan canggih sejenis laser memerlukan biaya yang sangat besar," bebernya.

Susatyo (25), pemuda yang tergolong generasi milenial asal Kecamatan Remban, Kabupaten Rembang mengaku ingin berhijrah dan membersihkan diri, salah satunya dengan membersihkan tato yang ada di kakinya.

"Ya ingin hijrah dan membersihkan diri. Alhamdulillah tidak sakit kok, hanya sedikit panas. Bismillah saja," ungkapnya.

Susatyo mengaku, menggambar tato sejak tahun 2016 pada waktu masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Dengan adanya program tersebut ia mengaku sangat terbantu karena tidak dipungut biaya, alias nol rupiah.

Meski pihak klinik tidak memungut biaya, dua tenaga medis tetap mendapatkan hak-haknya dalam bekerja. NU Care-LAZISNU mengandalkan para donatur yang bersedia membantu saudara seagama untuk memantapkan niat dalam berhijrah. [Ahmad Asmui]

"Ambillah sedekah (zakat) dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

QS. Al-Taubah (9): 103

chat dengan kami via whatsapp